ASA LIYAN UNTUK KONGRES PMII KE-XVI

untitled1.jpg 

Oleh AGUS HILMAN

KONGRES Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-XVI yang akan diselenggarakan pada tanggal 16-22 Maret ini (saat tulisan ini ditulis kongres sedang berjalan) di Batam. Saya melihat ruang tersebut menjadi momentum bagi PMII sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan berbasis pemuda menjadi lokomotif yang mereproduksi intelektual muda di Indonesia. Semoga asa tersebut tidak terlalu berlebihan ditujukan kepada organisasi yang secara kultur berbasis NU tersebut.

Asa di atas bersandar pada beberapa hal. Pertama, kebangkitan intelektual di kalangan kaum muda NU, sekalipun sepak terjang intelektual NU mendapat “serangan” dari para sesepuh. Tetapi, ini menjadi modal dasar yang besar bagi kader-kader muda NU — yang sebagian besar menghimpun diri di dalam tubuh PMII.  Kenyataan tersebut didasarkan karena di dalam tubuh kaum muda Nahdhatul Ulama beberapa tahun terakhir ini, ghirah intelektualitasnya mengalami kebangkitan yang luar biasa. Pemikiran-pemikiran yang dikembangkan kaum muda NU berani “melawan” pemikiran mainstream yang diproduksi beberapa abad yang lalu. Bahkan menggugat kebenaran-kebenaran yang selama ini dianggap suci. Menariknya, sekalipun melakukan upaya pembaharuan, dimensi tradisi tetap dijaga oleh kalangan muda NU.

Kedua, peran strategis PMII sebagai organisasi yang secara kultur dekat dengan NU. Semua orang tahu, NU sebagai jam’iyah memiliki kekuatan kuantitas jama’ah yang fantastis di Indonesia. Ratusan ribu pondok pesantren berada di bawah bendera organisasi yang bermazhab empat imam ini (Imam Syafi’i, Malik, Hanafi, dan Hambali). Ini berarti sekian juta kaum muda digembleng oleh NU. Inilah kekuatan yang dimiliki PMII yang harus diakui. Apalagi usia PMII sudah mencapai usia ke-48 tahun, tentu sekian ratus ribu kader digembleng olehnya.

 

Akan tetapi, potensi kekuatan tersebut bukan berarti berjalan mulus. Artinya, maksimalisasi potensi gerakan intelektual akan dapat dicorongi oleh PMII jika organisasi ini mampu membendung gempuran penetrasi politik yang sangat kuat mengitari geraknya dalam beraktivitas. Kondisi NU yang sekarang ini sedang berjuang kembali ke komitmen Khittah 1926 untuk melepaskan diri dari penetrasi politik nasional akan dialami oleh PMII juga. Penetrasi politik itu akan tetap ada – bahkan mungkin paling dominan — pada momen kongres PMII ke-XVI saat ini, yang mungkin akan menggerus potensi kekuatan gerakan intelektual kaum muda NU (baca; PMII). Apalagi, momentum perhelatan politik nasional tahun 2009 sudah di ambang mata.

Mungkin itulah asa sebagai orang out sider atau the other (Liyan) bagi organisasi Pergerakan Pemuda Islam Indonesia (PMII) yang dideklarasikan secara resmi pada tanggal 17 April 1960 atau bertepatan dengan 17 Syawal 1379 Hijriyah. Semoga itu tidak berlebihan. Tetapi bagaimanapun semua itu hanya bisa dijawab oleh para kader-kader PMII sendiri. Selamat berkongres ke-XVI buat sahabat-sahabat PMII !! []

 

 

Iklan
ASA LIYAN UNTUK KONGRES PMII KE-XVI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s