KEYAKINAN TERLARANG

TULISAN ini tidak bermaksud mengajak untuk berdebat tentang kebenaran sebuah keyakinan. Tetapi berusaha memahami apa itu keimanan dan mengapa manusia membutuhkan keyakinan dan butuh kehadiran realitas tertinggi (ultimate reality) dalam hidupnya. Bagi yang beragama realitas itu adalah Tuhan, entah bagi mereka yang tidak bertuhan.

Agama saya (Islam) menegaskan bahwa ”Tidak beriman seseorang kecuali seizin Tuhan” (Q.S. Yunus : 100). Pertanyaannya, mengapa terkadang kita (saya selaku muslim) begitu angkuh dan merasa diri paling benar, padahal keimanan itu hadir atas kehendak Tuhan ?. Bahkan tidak jarang melakukan perbuatan keras dan menghalalkan darah manusia yang dianggap menyimpang dan berbeda dari keyakinan kita ? Keyakinan Terlarang haruskah dibabat habis dengan darah dan kemurkaan ?. Mengapa keyakinan itu terlarang dan dilarang ?.

Aku yakin bahwa para aktivis blog semua baik dan berhati mulia. Tapi haruskah keyakinanku itu dilarang hanya karena penilaianmu itu berbeda denganku ??

“Seandainya Tuhanmu menginginkan, niscaya seluruh manusia di muka bumi ini akan berima seluruhnya (kepada Allah). Jika demikian, apakah lantas kamu akan memaksa manusia sampai mereka beriman ?” (Q.S. Yunus : 99)

Iklan
KEYAKINAN TERLARANG

18 pemikiran pada “KEYAKINAN TERLARANG

  1. padahal ada ayat yang kira-kira artinya begini: bagi ku agama ku, bagi mu agama mu.. (maaf kalo salaaaah…) berarti kan adanya perbedaan itu sudah diakui… kenapa juga harus diperdebatkan kalo ternyata keyakinan itu tidak sama..

  2. Agama dan iman…
    Banyak yang mengaku beragama tapi ngga beriman dan ada juga yang tidak beragama tapi beriman (ada ga ya? bukannya iman itu berarti percaya? anggap aja ada ya) dan ada yang tidak beragama dan tidak beriman..

    Kalo menurut dewi, orang yang beriman (beragama) ngga perlu nge-judge org yang tdk beriman (tdk beragama/beriman pada Tuhan yang lain) mungkin kl sekedar mengarahkan ga masalah, tapi kan ngga musti jadi bahan perdebatan :)

    “…Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati..”
    -QS. 2:139-

  3. diblog sya yg lain juga membahas tentang ini mas….. intinya kita bingung mengapa kita yg harus memberi hukuman terhadap sesuatu yg menurut pandangan kita berbeda….. kita boleh berusaha tetapi biar Allh yg menentukan mana yg haqq dan mana yg bathil….bukan kah Allah bisa memusnahkan seketika bila berkehendak…..

    oya salam kenal ya mas…..

  4. elyswelt berkata:

    hmmmm …. sejak kecil yang saya tahu juga begitu, atau itu termasuk budaya , sok merasa paling bener ? bahkan dengan yang sesama keyakinan juga sering masih ada yang bertindak dirinyalah yang paling benar, bisa dibayangkan bagaimana dengan sesama keyakinan lain ?

  5. imho, kita tidak bisa langsung men-judge anarkhi atao tidak anarkhi.. karena setiap keyakinan mempunyai hukumnya masing2.. ada hukum yang keras dan adapula yang lembut.
    contoh, mencuri –> potong tangan, tidak bisa dikatakan anarkhi. Karena itulah hukum yang ada dikeyakinan tersebut (islam).

    jadi di keyakinan manakah kita? so, jalanilah hukum sesuai keyakinan itu…

    :) :)

  6. Opini aja.. Konsep dalam Surah Al Kafirun.. “Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku”.. berlaku dalam hal Berbeda agama.. Bukan Menyelewengkan Agama.. Toh para pihak tidak bertanggung jawab (yang lagi trend sekarang).. mengaku beragama Islam dengan memodifikasinya seenak udel e wae…

    Bikin aja agama sendiri… itu malah lebih di hormati.. minimal oleh saya, sang penganut agama islam, yang masih secetek KTP..

  7. @ hanggadamai
    karena keindahaan itu berbeda-beda… :) :) :)

    @ diorockout
    :) :) :) corrryyyyy…..

    @ achoey sang khilaf
    setuju banget kang…

    @ aRul
    kira-kira apa yah rul ?

    @ chic
    itulah chic awak juga bingung….hmmmm.

    @ dewi praz
    syiipppp, aku dapat ilmu baru lagi nih…catet dulu ah ayatnya…heheheheeee

    @ tukang obat bersahaja
    memang bersahaja kang ini…

    @ goldfriend
    itulah manusia kadang selalu ingin seragam..

    @ Rita NI
    salam kenal juga, ok, aku berkunjung juga ahhhh

    @ elyswelt
    memang doktrin sejak kecil yah…

    @ raffaell
    harus toleran gitu ya kang ?

    @ tc
    kalo keyakinanku sih (ini bisa salah), potong tangan hanya instrumen saja untuk mengendalikan pencurian di dalam Islam, bisa saja diganti dengan instrumen yg lebih efektif dan efisien…– ini keyakinanku, bisa salah…hehehe

    @ Jey D’ JuVe
    asma dong, islmaku juga masih KTP doang kang…hihiiiii

  8. ghozan berkata:

    agama itu adalah hubungan paling pribadi antar manusia dengan tuhannya… menurut saya adalah sangat tidak masuk akal apabila ada seseorang memaksakan suatu agama kepada orang lain… kalo demikian bukankah itu namanya penjajahan atas kebebasan orang lain?

  9. saya bersyukur ada orang yang “salah” menurutq dan berbeda dariq karena itu akan menambah keimananq. Yang penting tidak menyalahkan karena itu benar menurut mereka dan tidak menghinan apalagi berbuat kekerasan kepada mereka karena saya juga tidak akan terima diperlakukan seperti itu. saya setuju sekali……perbedaan itu sangat indah.

  10. benar… saya paling tidak suka kalau lihat di berita ada penggerebekan apalah dan apalah pembakaran apalah apalah… apapun yang seseorang lakukan dan perbuat toh nantinya mereka yang sudah berilmu akan mempertanggungjawabkan semuanya sendiri… bukan ta peduli, tapi segalanya masalah pilihan, dan pastinya apapun yang sudah dipilih pasti melalui pertimbangan tersendiri… jadi apa masih musti diprotes juga? heran..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s