MATAHARIKU JANGAN KAU REDUP

SEBELUMNYA tengkiyu banget buat kang Joey, itikkecil, ulan, wenny, dan nin yang sudah buat komentar di blogku sekalipun jelas-jelas aku sudah mogok posting.

Satu hari setelah aku buat janji mogok posting di blogku, weekend aku jalani dengan perasaan yang sedikit mengganjal di dalam hati. Ada kesedihan yang tersimpan. Aku bertemu dengan kawan lamaku di Yogya yang sedang ikut pelatihan Lingkar Belajar Agraria (LIBRA) di UIN Ciputat. Bertemu dengan mereka memberikan kehangatan seolah tidak terjadi apa-apa pada diriku, tetap tidak mampu menghapus sedih.

Kesedihan itu bermula dari berita SMS dari kakakku “Bapak sudah tiga minggu sakit seperti dulu.”. Mendengar berita itu, badan terasa lemas tak bertenaga. Saat itu juga aku teringat enam tujuh bulan yang lalu saat bapak terbaring tidak berdaya dengan alat selang yang menempel di kemaluannya, karena dengan alat itu bapak bisa buang air kecil. Betapa kejamnya kau prostat !!. Aku hanya mampu merintih.

Sebenarnya bapak sudah dianjurkan dokter untuk operasi, tetapi bapak tidak mau karena dokter hanya memberikan jaminan 50 %. Artinya bisa selamat dan bisa tidak. Bapak memutuskan lebih baik pakai selang seumur hidup. Aku tidak bisa berbuat banyak, hanya mampu memberikan semangat dan doa. Akhirnya, bapak sempat sembuh. Tetapi, penyakit itu datang lagi. Alat itu kembali menempel. Aku yakin, disana bapak terbaring tak berdaya.

Sudah 13 tahun aku tidak bersama bapak dan keluarga di Mataram dalam kehidupan sehari-hariku, semenjak tamat SD untuk merantau. Pulang hanya waktu puasa, itupun kalau mudik. Bapak banyak memberikan pelajaran yang berharga bagi anak-anaknya. Dia menghibahkan jiwa dan raganya hanya untuk pendidikanku, kakak, dan adik-adiku.

Bapak adalah matahari bagiku. Dia menjadi bunga yang tidak hanya mekar, tetapi memberikan semerbak wewangian dalam hidupku. Tetes kesabarannya dalam mendidik anak dan tidak pernah membentak dengan kata-kata melainkan dengan tindakan tauladan. Bapak adalah matahariku.

Senin malam (25/05), terlintas dalam benakku jika aku belum sanggup kehilangan orang-orang yang selama ini memberikan dedikasi terhadap hidupku. Bapak maafkan jika tangan anakmu yang kotor tidak bisa lagi membuang urine-mu yang sudah penuh di bak karena tidak ada disisimu. Maaf bapak saya di Jakarta, tidak bisa duduk disampingmu sambil memijit kakimu yang pegal karena terlalu banyak berbaring.

Aku bangga memiliki bapak sepertimu. Kau sabar menerima semuanya. Kau selalu memegang prinsipmu dalam beragama tanpa mengusik keyakinan orang lain. Kau selalu menyempatkan diri untuk banguan tengah malam seperti kebiasaanmu dikala sehat untuk bermunajat kepada Tuhan. Kau selalu melantunkan ayat-ayat-Nya dengan menghafal seperti kebiasaanmu dikala sehat setelah shalat. Walau selang masih menjeratmu, walau prostat itu masih menyumbat air kemihmu.

Matahariku jangan kau redup. Aku masih butuh sinarmu untuk menapaki jalanku ini. Aku belum sanggup berdiri tanpa sinarmu. Tuhan…bangkitkan sinar matahariku !!

Iklan
MATAHARIKU JANGAN KAU REDUP

40 pemikiran pada “MATAHARIKU JANGAN KAU REDUP

  1. *haru*
    semoga bapak njenengan cepet sembuh mas..
    kalau terang nya telah meredup, mungkin ini saat nya njenengan harus menjadi matahari untuk nya..

  2. aaaaihh.. ini toh Mas?

    semoga bapaknya lekas sembuh yaaaaa….
    yang penting persiapkan hati, karena kehilangan itu kita ga pernah tau.. :)

  3. Pak Hilman, saya sungguh terharu membaca berita tentang bapakmu. Aku tiba-tiba jadi kangen setelah 3 tahun tidak bertemu keluarga. Moga saja beliau tetap sehat.
    Man, tak ada yang bisa membantu dalam hal-hal tertentu kecuali Allah. Aku hanya bisa berdoa semoga bapakmu sembuh, walaupun aku tak tahu apakah doaku terdengar oleh-Nya. Nanti akan saya sampaikan ma teman-teman untuk sekedar membaca fatihah demi kesembuhannya.
    Teruslah berkarya kawan…Matahari tak pernah redup, tapi terus terang dihati kita…..(itulah kata Nagabonar).
    Sahabat, kau akan jadi matahari bagi keluarga. Matahari yang menyinari bunga-bunga (tapi, bunganya kok belum ditanam yach…..cepetan keh, guyon dulu biar ga tegang).
    Salam kangen buatmu…..
    Mari kita sama-sama berdoa untuk bapak Agus Hilman, semoga diberi kesembuhan….Amin, al-Fatihah

  4. Jika seorang ayah menderita karena sakit …
    lebih baik ditinggalkan (meninggal)
    Biarlah kematian dan Tuhan merawat
    Perpisahan tidak akan pernah ada…
    jika kita terus mencintainya

    Harry

  5. oRiDo™ berkata:

    tidak ada kata terlambat…
    lakukan apa yang bisa dilakukan..

    benar2 sosok yang tegar.. walaupun sakit tetap beramal seperti layaknya sehat..
    semoga cepat sembuh yah..

  6. Terima kasih buat kang hangga, mbak itikkecil, mbak ulan, tony, chic, saudaraku hatim gazali, banyu, langitjiwa, toni, dan kang orido atas doa-doa dan motivasi kalian…berharga banget !!

  7. zahroul aliyah berkata:

    jadi inget ama almarhum bapak… hiks2…
    Sabar ya mas… Moga di berikan jalan yang terbaik buat Bapak sampean ama sampean dan keluarga juga… Amin3x…
    Jangan takut kehilangan, meskipun kehilangan itu sakit.

  8. ASL.

    Moga cepat sembuh Ayahnya ya mas Hilman.
    doakan beliau atas kesembuhan beliau.

    saya jadi ingat juga ayah saya nun jauh dikampung.

    salam kenal mas

  9. @ ven
    amien ummi….

    @ okta sihotang
    makasih supotnya mas…

    @ rindu
    sinarnya akan selalu menyala di hati ini…

    @ zahroul aliyah & elys welt
    cory mbak tidak bermaksud mengingatkan, sekedar minta doa aja

    @ alex
    tengkitu banget tas doa dan supotnya mas…salam kenal juga..

    @ nin
    ummi nin, bapak sdh tdk di rumah sakit. beliau rawat jalan aja di rumah, pejeruk-ampenan…

  10. semoga cepat sembuh ya.. AMIEN…

    ah… jadi ingat seorang sahabat yang malam ini mungkin sedang menangis menemani seorang ayah yang sudah 2 hari dirawat di RS karena hypertensi sampai 220 dan kejang kejang…

    dan saya tidak bisa ada disisinya :(

    semoga kalian dikuatkan AMIEN

  11. aal berkata:

    aku pun menundukkan kepala sejenak, untuk kesembuahan bapakmu man (kali ini aku serius lo!). semoga cepet sembuh ya. sabar man… terus bedo’a, berdo’a, dan berdo’a.

  12. mas semoga cepet sembuh yah untuk bapaknyah…..
    tetap berdoa senantiasa agar sang mentarinyah kembali cerah ceria seperti sediakala…

    tetap semangat dan yakin bahwa harapan itu masih ada ;)

  13. seorang ayah itu memang selalu menempatkan ruang rindu pada setiap dada anaknya :)

    Semoga cepat sembuh Bapak…

    sungguh, anakmu ini sangat menyayangimu (bukan begitu Mas???)

  14. * Natazya
    Amiennn…..makacih doanya…semoga ayah shabat mbak Nata cepet sembuh juga..

    * aal
    Tengkiyu banget doamu al…kemarin si Fayyadl ngasih tahu obatnya…moga cpt sembuh

    * theloebizz
    Aku akan tetap semangat Fin dlm kondisi apapun..!! itu juga yg diajarkan bapakku..mkch ya !

    * Menik
    bun, smg doanya dikabulkan Allah…bukan hanya sayang tapi aku bangga memiliki ayah seperti beliau bun !!

    * wennyaulia
    Kondisi bapak sekarang masih pake alat itu, hari kamis (29/05) sempat dilepas, tapi skrg pake lagi…thanx doanya win..!

    * Joey D’ Juve
    Doa dan usaha juga ya kang….?

    * Rita
    amien makacih doanya mbak Rit…bapak masih berjuang menaklukkan prostatnya…

  15. owbertku berkata:

    baca tulisan mas,
    obet jadi pengen ngerasain terangnya sinar matahari itu….
    karena sinar mataharin obet dah terbenam sebelum obet lahir…

    jadi obet harus jadi matahari buat diri obet,

    untungnya masih ada sinar bulan yang lembut….

    love u mom….

    have a nice stay in Heaven my dad

    *lha kok malah curhat….hehehehe*

  16. Orang Tua adalah matahari yang selalu menyinari setiap jejak langkah yang akan kita lalui. mereka bersusah payah dengan seluruh yang mereka milki, raga, pikiran, perasan keringat, iru semua untuk sang anak. tapi apa yang kita dapat berikan kepada mereka? jika hanya berharap supaya mereka tidak redup, itu tidak cukup. tapi do,a lah yang harus mereka dapatkan dari seoang anak. sentuhlah hatinya dengan suara merdumu, tatap wajahmu, hadirkan ragamu dihadapannya supaya kerinduan mereka terhapuskan, pulanglah dan basuhlah kedua kakinya. insyaAllah mereka akan berhenti dari keredupannya, karena buah hati telah hadir dengan membawa seikat kebaktian kepada sang Orang tua, yang telah berjasa sehingga engkau ada dalam kehidupan ini.

  17. membacanya membutku terharu….
    orang tua tak akan pernah terganti, mereka akan selalu punya tempat tersendiri di dalam hati… menjadi mataharinya sangatlah tidak mungkin karena kita tidak akan bisa membalas setimpal jasanya selama ini. tapi saat matahari mulai tenggelam_ mungkin kelak bisa menggantikannya sebagai rembulan yang walaupun tidak menghangatkan dan seterang mentari tetapi minimal mampu menerangi bumi dari gelap gulita.

    man…. (paman&teman) semoga kamu bisa jadi rembulan.
    yang sabar ya….. aku juga mendokan mbah agar sehat dan bisa bersinar lagi… Amin.

  18. Radesya berkata:

    Aku harap saat ini Bapak mas hilman sudah sembuh…,sungguh sangat beruntung masih punya bapak, kadang aku rindu sosok Bapak, aku bahkan tak ingat kapan terakhir kali bersama Papa…,aku rindu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s