Empat Hari dibelai TUHAN

SEMUA hamba pasti merasakan belaian dan sentuhan kasih sayang Tuhan, jika dia ingin merasakan sentuhan kasih-Nya. Belaian Tuhan kepada Hamba-Nya tidak pernah mengenal bentuk, waktu, dan usia. Tuhan yang Maha Rahim tidak pernah membedakan siapa makhluk yang hendak Dia beri kasih sayang. Sedurhaka apapaun makhluk-Nya, sentuhan kasih sayang-Nya senantiasa menafasi jasad hamba-Nya.

Tetapi tidak semua hamba merasakan kehadiran belaian Tuhan yang tidak pernah lepas dari detak jantungnya. Tidak semua manusia menyadari sentuhan kasih sayang Tuhan yang diberikan kepada-Nya. manusia yang pelupa, selalu mengukur meminta lebih dan sangat jarang mensyukuri apa yang telah diberi Tuhan kepada-Nya; nafas, penglihatan, pendengaran, tangan, dll.

Empat hari ini aku kembali menyadari jika aku senantiasa dibelai oleh Tuhan. Kesadaran itu hadir ketika aku berbaring tak berdaya dengan badan yang dibalut selimut tebal, suara parau tidak menentu. Demam yang menderaku merupakan belaian teguran Tuhan kepadaku betapa lemah diri ini ketika satu kenikmatan (baca; kesehatan) saja dicabut. Memang jiwa lemah dan khilaf tapi sombong ini harus “dilumpuhkan” dulu agar bisa sadar betapa besar anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita.

Badan punya keterbatasan, butuh istirahat. Dia tidak seperti malaikat yang tidak tidur siang dan malam. Istirahat bagian dari rasa syukur kepada-Nya. Terima kasih Tuhan, diri ini sudah dibelai dengan “kelemahan fisik” (demam) sehingga dengan cara itulah, diri ini menyadari segala kebesaran dan kasih sayang-Mu. ***

Iklan
Empat Hari dibelai TUHAN

27 pemikiran pada “Empat Hari dibelai TUHAN

  1. Memang, Tuhan itu keren banget ya!
    Kadang saya suka nelangsa saat ada yg bermain menjadi Tuhan (playing god maksudnya, hehe..) sebab mengutip Multatuli; tugas manusia adalah menjadi manusia (baca; bukan menjadi Tuhan — apalagi setan)

    btw; blognya aku link!

  2. salam bahagia….
    dulu,ketika kekasih kita dimuliakan-NYA dengan demam
    yang 2 kali lebih hebat dari saat kita demam, beliau tetap
    mempunyai cinta yang jauh luar biasa kepada ummatnya..

    semoga..demikianlah mas Hilman, tetap tersenyum dan berbagi
    hati hanya karena-NYA..
    sekali lagi,salam bahagia…:)

  3. @ astrid
    bahasa agamanya, tugas manusia adalah menjadi hamba…thanks mbak sdh di link, aku sdh ngelink lama lhoh…

    @ rindu
    sangat terasa, bahkan masuk dalam aliran darahku…

    @ langitjiwa
    terima kasih pren…!!

    @ ven
    sepakat banget diriku…sakit, agar kita bersyukur, bukan meratap.. :(

    @ belajarmencintai
    makacih semangat dan doanya…btw, aku ingin belajarmencintai nih ? :)

    @ aal
    iya nih aal, diriku sedang suka dengan gelap, senyap, dan segala kesuraman…. he

    @ ulan
    alhamdulillah agak mendingan mbak..tp dasar, baru sembuh dikit udah gak bisa diem…kebiasaan lama…hehe..thanks mbak…

    @ achoey sang khilaf
    semoga aku termasuk bagian orang yang cerdas itu ya kang ? hihiiii

    @ kucingkeren
    thanks ya mbak….

  4. @ zahroul aliyah
    berkat doanya, aku jadi cepet sembuh…

    @ theloebizz
    sembuhnya sudah, alhamdulillah..thanks fin

    @ arul
    wah jadi nggak sia-sia nih ngeposting waktu badan masih demam..

    @ warmorning
    hihiii…emang harus dikasih pelajaran yah baru bisa sadar.. :)

    @ tusyalrasyid
    makanya skrg bersyukur kpd allah nih…

    @ welly
    iya indahNya belaian kasih tuhan wel

    @ yu2n
    Allamdulillah, sudah sembuh kok mbak

    @ oktasihotang
    ana azhabu alaik akhi…!!

    @ indir4
    mksh ya mbak, salam kenal, berkat doanya juga..

    @ arifrahmanlubis
    syukur bro sudah baikan.
    sakit emang menambah iman, tapi nguras duit..hehe

    @ missglasses
    tapi, aku sudah minta dikasih kasih sayang jangan lwt sakit lagi..mkash doanya

    @ realylife
    iya nih kgn jg nggak perna dikunjungi…undang2 yah kopdar dimana..

    @ Rhizq
    sama-sama mas..

    @ tantowi
    ternyata mimpiku kemarin cuman bunga tidur

    @ menik
    makasih bunda..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s