BUDAYA DADU

MESKI pagi, ternyata Jakarta sudah diselimuti udara panas. Keringat membasahi sebagian tubuhku, berlari, berharap yang ku tunggu segera tiba. Ternyata kesal. Sengaja berangkat pagi banget, kereta tidak kunjug datang. Jam sudah pukul 08.00. Kuliah pasti sudah mulai. Jarak tempuh ke Depok saja sudah makan waktu setengah jam. Jika dihitung, menunggu kereta jauh lebih lama daripada waktu tempuhnya ke depok.

”Kereta jurusan bogor mengalami keterlambatan…,” begitu kata petugas stasiun lewat pengeras suara. Sial, kok baru sekarang dibilang. Terus, siapa yang mau ngehukum jika kereta terlambat ?. Ujungnya, aku telat lagi nyampe kampus.

Hhmmm…kejadian kemarin kembali terngiang. Dengan nafas ngos-ngosan aku masuk kelas, padahal teman-teman sudah mulai berdebat sengit. Dosen tidak menegur sih, cuma hati yang risih jika datang tidak tepat waktu (sejak kapan aku mulai disiplin ya…?!). Mungkin karena aku kesiangan, jadi ketinggalan kereta. Besok aku harus berangkat pagi-pagi betul, pikirku saat itu. Ternyata…?!

Apa yag salah dengan sistem transportasi kita ?. Bukankah transportasi diciptakan untuk mengefisienkan waktu, tenaga, dan biaya ? Itulah masalah ibu kota. Menggunakan mobil macet. Pake sepeda motor, saling seruduk. Tranportasi bus, apalagi. Lihat saja, Bus Transjakarta yang dibuat untuk pengevisienan. Memang sih cukup efektif di jalan, tapi ”MACET FULL !!” ketika ngantre di halte !!, nggak percaya ?, coba aja sekitar pukul 17.00 pergi ke halte dukuh atas, pasti kamu nyangka para penumpang itu kereta api..

Tapi itulah budaya kita, berputar dalam ketidakpastian, seperti bermain dadu….

Iklan
BUDAYA DADU

14 pemikiran pada “BUDAYA DADU

  1. benul,
    gimana orang mau beralih menggunakan transportasi umum kalo ngga bisa diandalkan gitu, mendingan teteup naik mobil pribadi walaupun macet tapi kan ada AC nya, ngga panas, bisa dengerin musik, drpd harus berdiri di bis trans jakarta atau berdesak2kan di kereta dan tetep terlambat pula. Cape deehhh :mrgreen:

  2. @ michaelsiregar
    siap bang…smg ada kemajuan..

    @ retno
    heheee…betul banget ret…stucuu..!! yah..mobil, kuliah azaa maksanin nih neng…hehe

    @ quantumeconomics
    amiiinnnn…

    @ rindu
    serius lho..??!! aku tunggu De..bohong, dosa !!

  3. SAlam kenal, saya Ayaw from Riau..

    Mungkin penyebab Transpotasi umum menjadi ga karuan seperti itu karena kebanyakan orang lebih memilih kendraan pribadi, termasuk pemerintah itu sendiri, jadi ya… bagaimana mereka bisa memperbaiki transportasi agar jadi lebih baik, wong pake aja gak. Mana mereka tau apa yang mau dibenahi dulu???

    itu menurut saya aja lho!! hehehehe

  4. oRiDo™ berkata:

    jakarta…
    bgitulah gambaran jakarta…
    untung saja bersepeda motor walo tetep menghadapi kemacetan, masih lebih mending daripada macet lainnya..

    *terpaksa hidup di ibukota.. *

  5. iya Mas.. sistem transportasi kita memang masih banyak perlu perbaikan, diantaranya ya jadwal keberangkatan dan kedatangan. Disini, semua serba tidak pasti. Tidak pasti datang jam berapa, dan tiba jam berapa. menyebalkan.

  6. @ redesya
    tapi nggak kuat polusinya mbo..aplagi pny kebiasaan buruk, ngantuk dah capek benget, jd cpt kr RS

    @ arifdahmanlubis
    iya kgn nih sm kang arif..maunya sih dulu kuliah di Prancis, tp nyasarnya ke Depok kang, lemot :)

    @ ayaw
    salam kenal juga Ayaw..sepakat aku !!!

    @ oRiDo
    kok terpaksa hidup di jakarta kang ?? nggak enak lho terpaksa itu…he

    @ menik
    wah alumni nih…kita reuni akbar yuk bun ?? menarik tuh..

    @ zeromask
    aku sepakat banget kang..

    @ chic
    tidak pastinya seperti dadu ya chic…

  7. agus hilman berkata:

    itu imbas dari orang orang daerah yang hijrah ke jakarta,
    sehingga jakarta ibarat LAUTAN.

    mas hilman tolong “LAUTAN” bisa dikupas/diterjemahkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s