FAREWELL, NEW GENERATION

SEOLAH hendak menjawab pertanyaan Ernest Hemingway, For whom the bell my tolls, sang liberal yang beberapa bulan lalu menyapa masyarakat lewat iklan politiknya, if there is will, there is way, menegaskan my bell tolls for them, yakni kepada mereka yang merindukan penyegaran dan perubahan dedikasinya dia persembahkan. Tapi, langkahnya mundur dari rencana besar yang ingin dia capai. “Saya sudah mencoba dan ternyata memang belum bisa,” demikian dia ungkap dalam surat permisahannya, Farewell, My Friends. Rizal Mallarangeng.

Tulisan ini tidak bermaksud mengupas lebih dalam siapa sosok itu yang terang-terangan menyebut dirinya kaum liberal yang “bermimpi” menjadi libertian di Indonesia. Di samping saya tidak tahu rekam sejarahnya, juga saya tidak tertarik dengan liberal. Tapi saya bukan pendukung konservatif/sosialis/kiri. Aku hanya merasa aku orang Indonesia saja, kata Dewa 19. Yah, Indonesia kebenaran, kejujuran, dan Indonesia ke-adil-an.

Celli, demikian sapaan kecilnya, menyatakan dirinya mundur dari pencalonan mejadi Capres 2009 dihadapan pers seusai acara peluncuran bukunya “Dari Langit” setebal 659 halaman, Rabu 19 November lalu di Goethe Institut. Saat itu saya menyaksikan Goenawan Mohamad, Ayu Utami, dan beberapa rekan turut memberi apresiasi atas buku Celli. Hamid Basayaib mengawal jalannya acara.

Petualangan Celli sama seperti beberapa kalangan muda, M. Fadjroel Rachman, Yuddy Chrisnandi, dan lainnya yang hanya ingin menggedor tradisi, berharap ruang baru terbuka. Tapi, regulasi politik sudah diketok. Yang besar tetap menancapkan hegemoni. Demi menguatkan eksekutif dalihnya, 25 persen pun dipatok. Yang muda berguguran.

Mimpi pun tertunda. Mimpi munculnya Obama, 47 tahun, seperti di Amerika dan Medvedev, 44 tahun di Rusia, sirna. Atau mimpi darah HOS Tjokroaminoto, Soekarno, Hatta, Sjahrir mengijeksi kembali tubuh zaman Indonesia kini dengan darah muda yang kaya imajinasi pembaruan, pupus sudah.

“….please give some space to our new generation,” demikian pinta Celli kepada para generasi lapuk saat ini.(Dari Langit, 2008 : 645).

Iklan
FAREWELL, NEW GENERATION

13 pemikiran pada “FAREWELL, NEW GENERATION

  1. kadang emang pengen liat generasi muda tampil didepan..

    tp sptnya aq masih dukung SBY hehe..

    dng pemikiran, biarkan ia slesaikan program yg sudah ia mulai..

    krn kadang kalo mau ditilik lg, kegagalan program bkn hny krn ketdk becusan sang pemimpin, tp tdk adanya ksempatan mnyelesaikan

    unk pemuda.. mungkin celah ruang yg diberi tak lapang..
    tp jk qt mmang brmanfaat unk bangsa g perlu jd presiden

  2. @ inge
    wah aku nggak dukung sapa-sapa deh..asal beri ruang bagi mereka yang hendak memimpin secara terbuka…

    @ Ade
    Tapi, aku bukan pengagum RM lho… :

  3. Bersabarlah saudaraku…. hanya itu yang bisa saya sampaikan, sementara ini belum saya temukan seorangpun Politisi Indonesia yang benar benar Tulus untuk membangun Bangsa ini tanpa kepentingan Pribadi ataupun Golongan…. selamat menantikan kelahiran Pandhito Piningit…..

  4. Ya ALLAH jadikan pemilik blog ini manusia manusia pilihanMU yang berkeyakinan bahwa bumiMU yang terhampar luas adalah masjid baginya, kantornya adalah musholahnya, meja kerjanya adalah sajadah,

    Kemudian fungsikan setiap tatapan matanya penuh rahmat dan kasih sayang sebagai refleksi dari penglihatanMU, jadikan pikirannya husnuzhan, tarikan napasnya tasbih, gerak hatinya sebagai doa, bicaranya bernilai dakwah, diamnya full zikir, gerak tangannya berbuat sedekah, langkah kakinya jihad fi sabillillah.

    Selamat hari raya IDUL ADHA …

    RINDU a.k.a ADE

    1. @ Rindu
      Terima kasih De atas segala doa dan ketulusanmu, yang senantiasa menguntai kalimat di dalam blog dengan balut kerinduan kepada-Nya — meski akhirnya kamu memutuskan untuk berlayar hingga entah kapan akan kembali lagi…
      Semoga apa yang kamu ‘azamkan di dasar kalbumu terkabul.
      Selamat idul adha…

  5. @ redesya
    sepakat jeng..belajar dan belajar…

    @ owbertku
    ada tidak yah frien…?

    @ michaelsiregar
    pandhito piningit ? hmmmm….semoga bung michael yang jadi panditho itu yah.. makanya cepat2 balik ke indonesia.

    @ realylife
    amiiinnn kang….

  6. kesempatan bagi generasi muda bukan mesti kita pinta kawan..tapi kita ciptakan..if there is will, there is way !!

    ayo sama2 bangkit sobat…tabuh genderang menggugah semangat muda, agar semua terjaga bahwa generasi muda Indonesia, BISA!!

  7. eronian berkata:

    kang, avatarnya mengingatku pada lupus. awalnya njenengan saya kira hilman yang bapake lupus. btw tulisan-tulisan akang, mantab euy… setuju, yang muda harus banyak berperan. tapi kayaknya kita tidak perlu lalu seperti mengemis-ngemis minta kesempatan. tunjukkan kita mampu. yuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s