Politik Mulitkultural, Mungkinkah?

Lama saya tidak mentautkan jemari menekan huruf demi huruf di blog reotku ini. Sekali nulis, saya cuatkan wacana politik pula. Daripada tidak sama sekali.

Tema ini sangat berkaitan dengan beberapa hari lagi kita akan menghadapi Pemilu 2009, tanggal 9 April mendatang. Sebagian orang mungkin tidak begitu peduli dengan moment pergantian kepemimpinan ini, karena toh tetap juga tidak melahirkan pemimpin yang berkualitas. Tapi semoga saja, peluang citizen dalam menentukan calonnya pada Pemilu kali ini memberikan ruang bagi munculnya, setidaknya, pemimpin yang lebih baik.

Satu bulan sebelum hari H Pemilu merupakan fase-fase dimana kondisi cukup rentan. Karena pada masa-masa ini semua kekuatan akan mencuat yang mengeluarkan sekuat tenaga untuk bertarung habis-habisan. Babak-babak inilah yang paling menentukan. Dan, biasanya pada babak-babak yang menentukan, berbagai macam benturan akan sulit untuk dihindari. Konflik kekerasan, intimidasi, money politics, black campaign, dan beragam trik dan intrik poliik ala Machiavellian akan sulit untuk dieliminasi.

Disinilah kemudian kita membutuhkan satu paradigma Politik Multikultural dimana politik digerakkan dalam langgam etika saling menghormati satu sama lain, baik perbedakan etnik, atau apa pun itu. Payung semua bermuara pada upaya untuk menjaga etika dalam berpolitik, tanpa mengumbar kekerasan, intimidasi, dan keculasan.

Iklan
Politik Mulitkultural, Mungkinkah?

10 pemikiran pada “Politik Mulitkultural, Mungkinkah?

  1. Wah, kakak nulis lagi..
    Kemana ja selama ini kak?
    Harapan kita sama kak, semoga saja bisa lahir pemimpin baru yang sesuai harapan rakyat, tapi apa bisa?

    Dunia politik kita sudah terlanjur seperti ini

  2. @ redesya
    hehee…iya nih jeng…kadang muncul kadang tenggelam, kayak matahari aja…lhoh, kok balik nanya sih jeng..?? tengkiyu yah jeng….

    @ bokers
    salam kenal jg..

  3. Makin dekat pemilu, makin gak pasti.. menurutku..
    Saya menyorot satu sisi.. pada promosi para caleg.., fotonya dipasang dimana-mana, katanya agar dapat familiar..
    Wadalah… ternyata di formulir untuk pencontrengan.. hanya ada tulisan daftar nama dan simbol partai…
    Mana inget ya…. (si A.. bernama blabla…) apalagi kalau harus memperkerjakn mata rabunku, memilah-milah.. di formulir yang selebar koran….
    Wah…. gak janji deh… nemuin.. nama caleg andalanku…
    Bagaimana pendapat sahabat lain???

  4. Fa berkata:

    Akhirnya nulis juga ya mas? lama nggak nongol :)
    positingannya bagus.. kita doakan aja mudah2an kondisi negeri kita ini semakin membaik :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s